REJOSO, PASURUAN — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai acara pelepasan kontingen Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Rejoso pada Jumat (12/6/2026). Bertempat di Pendopo Kecamatan Rejoso, sebanyak enam belas Pramuka Penggalang terpilih, didampingi dua pembina pendamping dan dua CST, resmi dilepas untuk berlaga di ajang bergengsi Giat Prestasi Pramuka (GPP) Kwarcab Pasuruan yang akan digelar di Pancar Air Cowek Purwodadi pada 15-16 Juni 2026 mendatang.
Lebih dari sekadar seremoni keberangkatan, acara ini menjadi panggung bersatunya berbagai elemen masyarakat dan pendidikan di Rejoso, membawa pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi dan keikhlasan dalam berjuang.
Ketua Kwarran Rejoso, Kak Mukhamad Fatkhan, dalam sambutannya memberikan suntikan motivasi yang menggugah jiwa korsa para peserta. Beliau menekankan bahwa lencana yang mereka bawa kini mewakili sebuah nama besar.
"Mulai hari ini, kalian berangkat bukan lagi sebagai utusan dari masing-masing sekolah, tetapi harus melebur dan bersatu dalam satu kesatuan sebagai kontingen Kwarran Rejoso. Jaga kekompakan, karena kerjasama tim adalah kunci utama keberhasilan di medan juang," tegas Kak Fatkhan di hadapan para penggalang yang siap bertugas.
Sinergi Langkah Pertama Sang Camat Baru
Momen pelepasan ini terasa semakin istimewa dan hangat dengan kehadiran Camat Rejoso yang baru sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kak Cahyo Fajar Rahmanto. Uniknya, meski baru menghitung hari menginjakkan kaki di Rejoso, agenda bersama Gerakan Pramuka menjadi salah satu prioritas utamanya.
"Saya baru tiga hari bertugas di Rejoso. Alhamdulillah, sudah dipertemukan dan dikenalkan dengan keluarga besar Pramuka Rejoso. Semoga pertemuan ini menjadi langkah kolaboratif yang baik untuk kemajuan Gerakan Pramuka di Rejoso ke depannya," ungkap Kak Cahyo saat memperkenalkan diri.
Sebagai Ketua Mabiran, Kak Cahyo memberikan arahan yang menyejukkan sekaligus membebaskan para peserta dari beban psikologis untuk sekadar mengejar piala. Beliau menanamkan nilai luhur bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil akhir.
"Tidak usah terlalu memikirkan kemenangan. Yang terpenting, kalian tampil memberikan yang terbaik. Kemenangan itu adalah rezeki yang sudah diatur oleh Allah SWT," tuturnya penuh makna.
Di akhir arahannya, suasana haru dan tegang seketika mencair menjadi gelak tawa. Dengan gaya kepemimpinannya yang merangkul dan jenaka, beliau memberikan janji manis untuk memotivasi anak-anak.
"Selamat berjuang, semoga sukses! Saya tunggu kabar baiknya. Nanti kalau menang, kita ketemu lagi di sini untuk makan-makan bareng," guraunya yang langsung disambut tepuk tangan dan tawa riuh dari para peserta serta jajaran pengurus harian Kwarran Rejoso yang turut hadir.
Pelepasan kontingen Rejoso hari ini membuktikan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar tentang tali-temali atau baris-berbaris, melainkan tentang membangun mental kebersamaan, sinergi lintas sektoral, dan penanaman karakter unggul bagi generasi penerus bangsa.
Selamat berjuang, Kontingen Kwarran Rejoso! Berikan yang terbaik, dan biarkan semesta yang menentukan hasil akhirnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar