Kali keempat Saka Wanabakti tingkat cabang Pasuruan yang berpangkalan di Kantor BKPH Tosari, KPH Pasuruan menggelar Kemah Bakti Penanaman Hutan (KBPH). Kegiatan tersebut digelar di Hutan Lindung Petak 40D Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan mulai Sabtu hingga Minggu (10-11/01/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus membuka acara Kak Yudha Triwidya Sasongko, Sekretaris Daerah selaku Ketua Harian Kwarcab Pasuruan beserta jajaran. Dalam arahannya beliau berharap kegiatan penanaman semacam ini dapat dilakukan secara rutin, konsisten dan berkesinambungan, karena wilayah Pasuruan merupakan ‘lumbung air’ bagi beberapa daerah yang ada di Jawa Timur, seperti: Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Dengan adanya penanaman seperti ini cadangan air di kabupaten Pasuruan akan tetap terjaga dalam jangka waktu yang cukup panjang, ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Asper BKPH Tosari, Presiden Tunas Hijau Indonesia, serta para pimpinan, pamong, instruktur, pengurus dan anggota Saka Wanabakti Pasuruan. Dalam sambutannya, Kak Mukhamad Fatkhan, Pamong Saka Wanabakti Pasuruan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak pada kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kemandirian, kedisiplinan dan kepedulian peserta yang merupakan anggota muda gerakan pramuka secara umum, terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan lindung yang 'kemampuannya' harus selalu dijaga melalui berbagai kegiatan rehabilitasi, restorasi, reboisasi maupun konservasi, ucap pria yang akrab disapa Kak Fatkhan ini. Selain itu, kegiatan KBPH ini juga diharapkan senantiasa menjadi wadah khususnya bagi anggota Saka Wanabakti untuk menerapkan ilmu yang telah diperolehnya secara praktis, yaitu pada materi penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Kegiatan yang diikuti oleh 348 pramuka dan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur ini berhasil menanam 465 plc bibit bidara, asam, kopi dan durian. Menurut ketua panitia, Kak Rizky Ramadhani, peserta berasal dari beberapa kabupaten/kota, mulai dari Surabaya, Malang, Mojokerto, Sidoarjo, Jember dan Kota Pasuruan. Mereka mengaku sangat senang mengikuti KBPH IV, walaupun jarak yang harus ditempuh dengan jalan kaki cukup jauh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar