PASURUAN, 29 Januari 2026 – Dalam upaya menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui sejarah lokal, mahasiswa Pendidikan IPS (MPIPS) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan edukasi lapangan bertajuk "Mengupas Sejarah Masyarakat Rejoso". Kegiatan ini mengajak siswa kelas 6 SDN Jarangan 2 mengunjungi Tugu Pancakara Ngesthi Aruming Bawana yang terletak di Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Sinergi Akademisi dan Sekolah Dasar
Program yang diinisiasi oleh mahasiswa MPIPS Unikama ini bertujuan untuk memberikan metode pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan kontekstual. Alih-alih hanya terpaku pada buku teks di kelas, para siswa diajak melihat langsung bukti fisik perjuangan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
"Kami ingin adik-adik di SDN Jarangan 2 menyadari bahwa pahlawan besar juga lahir dari desa-desa kecil seperti di wilayah Rejoso. Tugu ini adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan itu nyata ada di sini," ujar Mukhamad Fatkhan, mahasiswa Unikama di sela-sela kegiatan.
Bedah Sejarah Bersama Narasumber
Puncak acara ditandai dengan pemaparan sejarah oleh narasumber yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah setempat, Muhammad Toyib. Dengan gaya bahasa yang lugas, beliau menceritakan filosofi mendalam di balik nama tugu tersebut. Nama Pancakara Ngesthi Aruming Bawana memiliki arti lima kekuatan yang bercita-cita mengharumkan dunia. Tugu ini didirikan untuk mengenang persatuan warga dalam melawan penjajah, jelas Muhammad Toyib.
Beliau juga menambahkan bahwa kunjungan seperti ini sangat penting agar generasi muda tidak "amnesia" terhadap perjuangan kakek buyut mereka sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar